“Individu, Keluarga dan Masyarakat”

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur Saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga  berhasil menyelesaikan Tugas makalah ini yang berjudul “Individu, Keluarga dan Masyarakat”

Tugas makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Manusia sebangai Individu, Keluarga dan Masyarakat. Diharapkan sajian tugas ini dapat memberikan tambahan informasi kepada kita semua tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat.      Saya menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan tugas makalah ini.

Akhir kata, Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

 

 

                                                                                                            Penyusun

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

 

Manusia merupakan makhluk Individu, Keluarga, dan Masyarakat oleh sebab itu Manusia di katakan sebagai makhluk sosial yang hidupnya berkelompok dan saling membutuhkan oarang lain. Masyarakat merupakan tempat berkumpulnya Individu-individu yang hidup secara sosial yang memiliki kehendak dan keinginan atau tujuan bersama. Selain itu kita juga menyadari bahawa sebagai individu dan makhluk sosial yang memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.

Para Sosiolog mengartikan masyarakat  sebagai kelompok di dalamnya terdapat orang-orang yang menjalankan kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang diikat melalui kerjasama dan nilai-nilai tertentu yang permanen.(Prof.Dr. Hajjah Bainar, Drs.H. Ruslan A.H, DKK, Ilmu sosial Budaya hal.64).

 

1.2 Maksud dan Tujuan.

Adapun maksud dan tujuan dari Makalah ini adalah selain memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial juga memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru untuk saya khususnya dan para pembaca umumnya.

 

1.3 Metodologi Penulisan.

Metodologi penulisan yang digunakan dalam Makalah ini adalah metode Deskriptif.

 

1.4 Studi Kasus

Pak Ali adalah seorang yang merasa bangga dan cukup akan apa yang dimiliki dalam hidupnya. Dia pun memutuskan untuk tinggal berdiam sendiri di suatu tempat yang jauh dari penduduk dan manusia. Hal tersebut karena orang itu merasa tidak butuh akan pertolongan orang lain. Suatu ketika orang tersebut jatuh sakit, penyakit yang dideritanya cukup parah. Kesulitan itu dia sadari bahwa secukup apapun manusia pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Karena manusia adalah makhluk sosial yang di mana satu sama lain saling membutuhkan. Contoh kecilnya adalah sosialisasi dengan keluarga.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1       Individu

Pengertian Individu menurut bahasa latin berasal dari kata Individium, yang artinya  tak berbagi. Dalam bahasa inggris individu  berasal dari kata in dan divided. Yang artinya tidak berbagi. Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dapat di pakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. (Dr.M.Mudanandar s, Ilmu Sosial Dasar refika Aditama hal. 113).

Dapat di uraikan bahwa Individu merupakan seorang yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Makna manusia menjadi Individu apabila pola tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang emningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.

Manusia sebagai Individu memiliki tugas pada dirinya sendiri , yaitu:

  1. Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar. Proses belajar berarti proses perubahan sikap dan perilaku dengan mendapatkan pengalaman dan pelatihan.
  2. 2.   Menghiasi diri dan budi pekerti dengan baik serta akhlak yang terpuji, setiap tindakan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu bercermin pada keindahan dan keelokan budi pekerti maka akan tercipta kedejukan bermasyarakat. (sumber: Prof. Dr. Hajjah Bainar, dkk. Ilmu Sosial Budaya, dan Kealaman dasar hal.66).

 

Manusia sebagai makhluk individu memliki unsur jasmani dan rohani,unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.individu mengandung arti bahwa unnsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. jadi sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohani, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya. walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi jika perhatian kita tunjukan pada lebih detail, maka akan terdapat perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran dan sifat.

Hubungan individu dan masyarakat menurut paham individualistis yaitu Individualisme suatu paham yang menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu kepentingan dan kebutuhan individu yang lebih penting dari pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang dinginkan. Individu mempunyai hak yang mutlak dan tidak boleh dirampas oleh masyarakat demi kepentingan umum. Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpamanya keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu.

 

2.2.  Keluarga

Keluarga di artikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang di tandai dengan adanya kerja sama ekonom. Fungsi keluarga itu sendiri adalah berkembang biak, mensosialisasi, mendidik anak, atau merawat orang tua. Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, seorang istri, anak-anak dan biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama (keluarga inti). Secara resmi terbentuk dari hasil perkawinan.

Namun secara umum fungsi keluarga meliputi sebagaui berikut :

  1. Pengaturan seksual

Dapat di bayangkan apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang di akibatkan tidak adanya pengaturan seksual. Oleh karena itu disinilah fungsi keluarga agar pengaturan dapat di kontrol dan tidak ada lagi kelahiran di luar nikah serta anak memiliki orang tua yang jelas.

  1. Reproduksi

Keluarga berfungsi untuk membentuk keturunan, walaupun banyak yang berpandangan bahwa anak akan membawa beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anan untuk jaminan bagi orang tua di masa depan.

  1. Sosialisasi

Sebelum sosialisasi dalam masyarakat ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu dalam keluarga sehingga terbentuknya kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya, sehingga ketika terjun dalam masyarakat dapat di terima dengan baik.

  1. Kontrol sosial

Keluarga mempunyai fungsi dalam bersosialisasi, yaitu bagi individu pada saat tumbuh menjadi dewasa memerlukan suatu sistem nilai sebagai macam tuntunan untuk mengarahkan aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadian.(sumber: Goode, william The Family, terjemahan bahasa indonesia oleh Dra. Hasyim, PT. Bina Aksara, 1983 hal. 44-48).

 

Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma atau aturan yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti: keagamaan, sopan santun (tata karma), sosialisasi, pendidikan, kejujuran dan lainnya. Kedudukan utama setiap keluarga ialah fungsi perantara pada masyarakat. Sebagai hubungan pribadi dengan sturktur social yang lebih besar. Suatu masyarakat tidak akan bertahan jika kebutuhannya yang bermacam-macam tidak dapat dipenuhi, seperti umpamanya produksi atau makanan. Oleh karena keluarga itu sendiri terdiri dari pribadi-pribadi, tetapi merupakan bagian dari jaringan social yang lebih besar.Oleh sebab itu seseorang selalu dalam pengawasan saudara-saudaranya yang merasa bebas untuk mengkritik, menyarankan, memerintah, membujuk, merayu, memuji, bahkan mengancam agar orang itu melakukan kewajiban yang telah di bebankannya.

( sumber: William,1985;4).

Namun era sekarang dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesatnya, mengakibatkan aktivitas manusia semakin meningkat. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan biaya hidup yang semakin meningkat pula, dibarengi dengan tingkat persaingan mencari kesempatan kerja semakin terbatas dan sulit. Hal ini mendorong orang untuk melakukan efisiensi, termasuk didalam membemtuk keluarga dengan jumlah anggota yang tidak terlalu banyak ( keluarga kecil). Seperti  Program KB dari pemerintah Indonesia.

 

2.3.  Masyarakat

Menurut Znaniecki mengatakan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu generasi. Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi. (F Znaniecki, 1950, p. 145).

Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Menurut Koentjaraningrat masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.  Dalam arti sempit atau arti kata masyarakat berasal dari kata bahasa Arab “syaraka” berarti ikut serta atau berpartisipasi.

Adapun pengertian pengertian masyarakat yang dapat kita simpulkan adalah

1)   suatu kelompok orang yang berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai kelompok yang berbeda, diorganisasi, sebagai kelompok yang diorganisasi secara tetap untuk waktu yang lama dalam rintang kehidupan seseorang secara terbuka dan bekerja pada daerah geografls tertentu;

2)   kelompok orang yang mencari penghidupan secara berkelompok, sampai turun temurun dan mensosialkan anggota anggotanya melalui pendidikan;

3)   kelompok manuasia (orang) yang mempunyai sistem kekerabatan yang terorganisasi yang mengikat anggota-anggotanya secara bersama dalam keselurühan yang terorganisasi.

(Sumber:http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_15.html)

 

Tugas manusia sebagai anggota masyarakat adalah saling tolong menolong dalam kebajikan, ikut meringankan kesengsaraan orang lain, menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan dalam masyarakatn serta menghindari perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain sehingga tercipta ketergantungan yang saling menguntungkan.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Manusia merupakan makhluk sosial dimana manusia membutuhkan pertolongan orang lain. Tidak dapat berdiri sendiri. Adapun sifat individualisme merupakan sifat yang terlahir bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur lahiriyah seperti bentuk fisik dan rohani, atau jiwa dan raga. Dapat di uraikan bahwa Individu merupakan seorang yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

Keluarga adalah sebuah kelompok kecil yang merupakan wadah proses pembelajaran bersosialisasi sebelum terjun ke masyarakat. di dalam keluarga tersebut pula di berikan macam norma atau aturan yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti: keagamaan, sopan santun (tata karma), sosialisasi, pendidikan, kejujuran dan lainnya. Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya.

 

3.2. Saran

            Adapun saran-saran yang dapat di berikan dalam pembahasan makalah ini adalah:

  1. sebagai manusia yang sosial di harapkan agar tidak memiliki sikap indivisualisme, yang tidak ingin hidup bermasyarakat.
  2. Dalam bermasyarakat ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.

 

 

UNIX

Unix adalah nama sebuah system operasi yang asal mulanya dikembangkangkan pada laboratorium Bell, AT dan T. Untuk lebih mendalami apakah UNIX, perlu diketahuiuntuk system operasi terlebih dahulu. Apakah system operasi ? Sistem operasi adalahsebuah perangkat lunak computer yang mengatur dan mengembalikan operasi dasarsystem computer. UNIX terdiri atas sejumlah program (dapat instruksi untuk memperoleh hasil tertentu). Yang dirancang untuk mengontrol interaksi antara fungsi –

fungsi tugas dari system operasi, diantaranya :

1. Melakukan fungsi manajemen system berkas

2. Mengendalikan berbagai sumber pada system, seperti disk dan printer.

3. Mengantar sejumlah pemakai yang menggunakan system bersamaan

4. Membentuk penjadwalan proses didalam system.

Beberapa sifat dan keistimewaan yang terdapat pada UNIX yang ditunjukkan pada Sistem operasi Unix digunakan secara luas baik sebagai server atau workstation. Arsitektur Unix dan model client/server merupakan elemen yang paling penting dalam perkembangan internet dan mengubah proses komputasi secara terpusat dalam jaringan dari pada proses tunggal di komputer. Linux, merupakan sistem operasi yang diadopsi dari Unix dan tersedia secara bebas mendapat popularitas sebagai alternatif dari sistem operasi proprietary seperti Microsoft Windows

Sejarah singkat tentang UNIX

Unix atau UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA), UNIX didesain sebagai Sistem operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user.

Pada tahun 1969, project MULTICS oleh AT&T dihentikan karna terlambat, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, juga karena jauhnya jarak antara periset yang mengembangkannya, antara labolatorium New Jersey dan MIT.

Pada tahun 1969 juga, Ken Thompson, peneliti yang juga bekerja pada project MULTICS menggunakan komputer PDP-& mencoba merealisasikan ide MULTICS berkerja sama dengan Dennis Ritchie, yang juga sebelumnya bekerja dalam project MULTICS. Peter Neuman menyarankan menggunakan nama Unix untuk sistem yang baru ini, Sistem UNIX ini kemudian ditulis ulang untuk PDP-11 dari Digital dalam satu tahun. Ilmuan AT&T banyak menambahkan kemampuan pada UNIX. pada tahun 1970, sehingga banyak program-program kecil yang disebut tools di UNIX, masing-masing digunakan untuk melakukan suatu fungsi.

Tahun 1973, Unix ditulis ulang oleh Ken Thompson dengan menggunakan bahasa C yang baru dari Ritchie, bahasa C dirancang untuk dapat dibawa portable dari komputer satu ke komputer lainnya.

Tahun 1977, Mike Lesk mengembangkan “ported I/0 library”, library yang dapat dibawa untuk mengatasi kesulitan membawa UNIX dari satu komputer ke komputer lain karna perbedaan penanganan sistem I/0 dari setiap komputer, Unix pertama kali dibawa kedalam laboratorium Interdata 8/32, komputer mikro yang sama dengan PDP-11.

Tahun 1978, sistem operasi UNIX dibawa kedalam komputer mini VAX. sampai dengan saat ini Unix masih banyak sebagai sistem eksperimental. Awal 1973 lebih dari 16 AT&T atau Western Electric di luar laboratorium Bell menjalankan sistem operasi Unix, Unix kemudian menyebar. Tahun 1977 sedikitnya 500 tempat menggunakan sistem operasi Unix, 125 diantaranya adalah perguruan tinggi dan lebih dari 10 negara asing. Pada tahun 1977 juga keluar Unix Versi 6 yang memiliki dukungan komersial. Universitas California di Berkeley membayar 400 (dalam satuan dollar) untuk mendapatkan sumber Unix yang didalamnya terdapat kode sumber Unix yang lengkap. Bill joy dan Chuck Haley, lulusan dari Berkeley, mulai mengubah.

Tahun 1978 Bill Joy mengeluarkan 30 salinan koleksi program dan modifikasi Unix dengan biaya pengganti media dan pengiriman seharga 50 (dalam satuan dollar). Lebih dari 6 tahun Berkeley mendapat dana dari ARPA untuk mengembangkan Unix yang kemudian disebut dengan BSD Unix. banyak pengembangan yang telah dilakukan seperti multitasking, penamaan file dengan jumlah karakter sampai dengan 255 karakter, dan kemampuan untuk digunakan di komputer lokal. pada tahun yang sama AT&T tetap mengembangkan Unix versinya, dan mulai khawatir akan kepopuleran BSD Unix. AT&T mengembangkan produk komersial Unix, yang disebut UNIX System V dan menyatakan sebagai standart Unix, dan menyatakan bahwa BSD Unix bukan merupakan produk Unix yang standart dan tidak kompetible, Pernyataan ini dikeluarkan oleh AT&T untuk meredam kepopuleran BSD Unix, juga karna hak cipta ada pada AT&T, BSD Unix dinyatakan sebagai BSD 4.2. dengan lisensi Berkeley dengan AT&T Universitas dapat secara bebas

 Sistem operasi UNIX yang terdiri dari tiga komponen utama:

1. Kernel
Ini adalah perintah dari pusat sistem operasi.Dari sini program konfigurasi memori ditugaskan, serta waktu-urutan peristiwa. Kernel juga mengelola sistem repositori dalam menanggapi sistem panggilan.

2. Programs
Program yang ini membuat individu atas perintah yang diberikan oleh user untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

3. Shell
Shell memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan sistem. Di sinilah perintah baris yang dimasukkan, Shell menterjemahkan perintah untuk kernel.

Beberapa sifat dan keistimewaan yang terdapat pada UNIX

 1. PORTABILITAS

Sistem UNIX mudah diadaptasikan ke system computer yang lain. Sifat portabilitas ini membawa UNIX dapat mudah dipakai, pada berbagai jenis computer. Kini Linux telah menyebar pada berbagai jenis system. Dari Notebook, Personal Computer (PC), hingga Mainframe perusahaan. Komputer besar seperti IBM Sun Micro System juga mengeluarkan computer yang berbasis UNIX. Bagi pemakai, hal seperti ini sangatlah menguntungkan. Mengapa demikian ? sebab portabilitas berarti ketidak bergantungan pada suatu perangkat keras. Ini berarti pemakai tidak perlu terpaku pada satu vendor saja. Untuk beralih dari suatu system UNIX ke MULTI USER system UNIX lainnya. Dapat dilakukan dengan mudah, hal ini tidak hanya terbatas pada sistemnya saja, melainkan juga pada aplikasinya. Program aplikasi yang berjalan pada suatu system UNIX  dapat dipindahkan ke system UNIX lainnya, dengan jalan mentransfer program dan kemudian melakukan kompilasi lagi pada system UNIX yang baru. Bahkan beberapa aplikasi bersifat kompatibel dalam bentuk obyek, sehingga tidak diperlukan proses kompilasi.

2. MULTI USER

Multiuser berarti sejumlah orang (pemakai) dapat menggunakan system secara bersamaan dan berbagai sumber. UNIX mendukung keperluan seperti ini, yaitu keuntungan dengan adanya sifat MULTI USER :

a)      Penhematan perangkat keras, sebab perangkat keras dapat dipakai oleh orang banyak.

b)      Data dapat diakses oleh orang banyak secara serentak. Ini berarti tidak ada penduplikasi data. Selain itu konsistensi data lebih terjamin.

 3. MULTI TASKING

Seorang pemakai dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan dari sebuah terminal. Pekerjaan – pekerjaan yang tidak memerlukan interaksi dari pemakai. Bisa dilaksanakan dilator belakang. Pemrosesan ini memungkinkan saat suatu pekerjaan sedang dilaksanakan oleh system, pemakai dapat melakukan tugas-tugas yang lain.

 

4. SHELL UNIX

Shell UNIX menjadi jembatan antara pemakai dan system. Ia bertindak sebagai penerjemah perintah yang sangat bermanfaat bagi pemakai kemampuan, Shell mencakup dua hal, yaitu :

  •   Modus Interaktif dan
  • Modus Pemrograman

Pada mode interaktif, pemakai dapat memberikan perintah dan kemudian shell akan mengerjhakan perintah yang diberikan. Hal ini dapat diulang-ulang sebab begitu shell telah selesai menjalankan perintah, shell akan menunnggu pemakai memberikan perintah kembali.

Pada modus pemrograman, pemakai dapat menyusun suatu program yang sejumlah perintah yang biasa disebut skrip shell. Selanjutnya, shell akan mengerjakan perintah – perintah tersebut secara berurutan. Hal seperti ini sangat bermanfaaat untuk menangani pekerjaan yang bersifat rutin. Pada modus ini pemakaian dapat membuat suatu prototy Suatu kegiatan tanpa harus menggunakan bahasa pemrograman seperti C. Baik pada mode interaktif maupun pemrograman. Pemakai dapat dengan mudah mengarahkan keluar –keluaran perintah yang normalnya kelayar menjadi ke suatu berkas. Bahkan pemakai dapat jhuga mengatur agar hasil suatu perintah menjadi masukan bagi perintah yang lain.

5. UTILITAS

Sistem Operasi UNIX atas sejumlah program yang antara lain berupa utilitas-utilitas yang tersedia pada UNIX mempunyai tugas yang bermacam-macam, antara lain berhubungan dengan :

a)    Manajemen berkas

b)    Penyunting berkas

c)    Pendukung Komunikasi

d)   Pendukung pengembangan perangkat lunak

Dengan mengkombinasikan utilitas. Untuk yang ada, pemakai dapat membuat program baru untuk melaksanakn tugas seperti yang diharapkan hal ini dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

6. Masyarakat UNIX

Kalau semua pemakaian UNIX terbatas pada keinginan tertentu terutama lingkungan Universitas, kjini UNIX juga banyak dipakai untuk menangani aplikasi bisnis. UNIX juga seringkali banyak digunakan untuk memecahkan persoalan yang kompleks pada permasalahan statistic dan engineering.

Saat ini banyak perkumpulan pemakai dan engineering. UNIX yang bertebaran diinternet. Indonesia, para pengguna Linux mempunyai kelompok tersendrir, selain itu juga muncul majalah yaitu infolinux, perkembangan UNIX juga tidak lepas dengan lembaga – lembaga atau organisasi yang melakukan standarisasi, antara lain :

a)   ANSI (American National Standards Institute)

Mempunyai peranan dalam dunia UNIX. Institusi ini meyediakan standar pemrograman C yang dibentuk melalui komite ANSI XJ311

b)       X/OPEN

X/OPEN merupakan konsorsium International Non Provit dari sejumlah pabrik computer, seperti Bull, ICL, Olivetti, Nixdorf, Philips dan Siemens. Didirikan pada tahun 1984, selain perusahaan computer Eropa, pabrik computer Amerika seperti DEC,HP dan Unlsys serta AT dan T jhuga menjadi anggotanya, tujuan dari kelompok yang sangat berpengaruh dibenua Eropa ini adalah mendefinisikan lingkungan untuk mendukung portabilitas perangkat lunak Spesifikasi system terbuka yang dikeluarkan oleh organisasi ini adalah XPG (X/OPEN Portability Guide).

c)    ISO (International Standards Organization)

Ikut mengembangkan beberapa standard, terutama dalam lingkup komunikasi computer.

d)   X-Consorfium

Konsorsium ini membuat pedoman antarmuka yang berdasarkan teknologi XWINDOWS.

e)    AT & T

AT & T mengeluarkan standar system V yang disebut SUID. Standar ini menyebutkan fasilitas-fasilitas pada UNIX yang dijamin tidak bakal berubah pada rilis –rilis mendatang.

 7.  Sistem Berkas yang Hierarkis

Sistem berkas yang hierarkis memungkinkan pemakai mengorganisasikan informasi atau data dalam bentuk yang mudah untuk diingat dan mudah untuk mengaksesnya. Informasi informasi yang ada dapat diatur misalnya dikelompokan per pemakai atau berdasarkan suatu.

Berikut ini adalah daftar ringkasan beberapa perintah dasar yang sering digunakan pada unix :

Perintah untuk Manajemen File

Perintah Keterangan
cat Menampilkan isi file (seperti type pada Dos)
cp Menyalin satu atau beberapa file (seperti copy pada Dos)
find Mencari file tertentu pada suatu direktori (seperti Dir pada Dos)
ls Menampilkan informasi file
more Menampilkan file per screen
mv Memindahkan suatu file ke direktori lain
pg Menampilkan isi suatu file teks per layar
rm Menghapus file (sama seperti Del pada Dos)

Perintah Manajemen Direktori

Perintah Keterangan
cd Mengaktifkan suatu direktori sebagai direktori
copy Menyalin seluruh struktur direktori ataupun file
mkdir Membuat direktori baru
pwd Menampilkan nama direktori tempat kita bekerja
Rmdir Menghapus direktori

Perintah untuk mengatur Akses Direktori

Perintah Keterangan
chgrp Mengubah group dari suatu direktori
chmod Mengubah permisi dari suatu file atau direktori
chown Mengubah pemilik dari suatu file atau direktori

Perintah Lingkungan Sistem

Perintah Keterangan
exit Keluar dari shell pada Bourne shell dan Korn shell
id Menampilkan nama pemakai beserta identitas dari pemakai
logname Menampilkan nama pemakai
logout Keluar dari shell pada C shell
man Menampilkan dokumentasi online dri suatu perintah Unix (sama seperti Help)
newgrp Mengubah group efektif
passwd Mengganti password
set Menampilkan variabel lingkungan pada shell pemakai
tty Menampilkan nama identitas (port) terminal
uname Menampilkan nama sistem operasi
whoami Menampilan nama pemakai yang sedang menggunakan sistem

Perintah Yang Berhubungan dengan Layar

Perintah Keterangan
banner Menampilkan tulisan berukuran besar
clear Menghapus layar (sama seperti Cls pada DOS)
echo Menampilkan tulisan ke layar

Perintah yang berhubungan dengan Proses

Perintah Keterangan
kill Menghentikan suatu proses berdasarkan identitas proses
ps Menampilkan proses yang sedang berjalan
sleep Menunda eksekusi (proses yang tidak mengerjakan apa-apa selama beberapa detik)

Perintah-perintah lain

Perintah Keterangan
bc Utilitas untuk melakukan perhitungan
cal Menampilkan Kalender
date Menampilkan tanggal dan jam sistem
grep Mencri file-file yang mengandung kata tertentu
lp Mencetak file ke printer
mail Utilitas untuk menyampaikan pesan tertulis ke pemakai lain
sort Mengurutkan data
vi Editor teks
wc Menghitung jumlah karakter, kata, dan baris pada suatu file

 

Mengenal Perintah Dasar Pada Sistem Operasi Unix

Stuktur Dasar Perintah Pada Unix

Perintah-perintah yang terdapat pada sistem operasi unix umumnya adalah berupa command line. yangCase-Sensitive, artinya perintah ini membedakan dua perintah dengan huruf besar dan huruf kecil. Hal ini juga berlaku untuk file dan direktori.

Misalnya :

isi file1 berbeda dengan isi File1

Sedangkan perintah buil-in pada Unix umumnya menggunakan huruf kecil

Struktur dasar perintah command line tersebut pada unix adalah sebagai berikut :

perintah [pilihan] [argumen]

Penjelasan :

–          perintah, adalah  command yang digunakan untuk melakukan suatu action.

–          Kurung siku menyatakan bahwa yang ada di dalamnya bersifat optional. Bisa ada,bisa tidak.

–          Pilihan (option) untuk mengubah atau menambah default tindakan dari perintah.

–          Argument menyatakan objek yang akan diproses oleh perintah.  Bagian ini umumnya berupa file; tetapi bisa juga berisi data yang akan diproses.

Sebagai contoh, suatu perintah mempunyai format sebagai berikut  :

kh [-wc] file…

Artinya, bentuk suatu perintah berikut diperkenankan :

$kh -w file1

$kh -w -c file1 file 2

$kh file2

$kh file1

Pilihan (Option)

Sebuah pilihan adalah bagian dari baris perintah, berupa sebuah kata yang diawali dengan tanda minus (-), yang mengontrol tindakan dari suatu perintah. Sebagai contoh, ls adalah utilitas yang digunakan untuk menampilkan isi dari suatu direktori. Perintah ls bisa tidak mengandung pilihan maupun argumen. Hasilnya berupa nama-nama file pada direktori kerja (sama seperti dir pada Dos). Untuk mengubah tindakan default dari ls, pilihan seperti -l (menampilkan informasi file, seperti ukuran file) dapat ditambahkan.

$ls

file1

file2

file3

$ls -l

total 3

-rwx-rw-r–      1          user_name       group   3k        Des 15  14:20  file1

-rw—r—r–      1          user_name       group   4k        Des 16  14:21  file2

-rw—rw-rw     1          user_name       group   5k        Des 16  14:30 file3

Adakalanya pilihan yang perlu diberikan tidak hanya sebuah. Sebagai contoh, pada ls terdapat pilihan -r yang akan menampilkan daftar file dengan urutan nama secara terbalik (descending), misal :

            $ls -r

file3

file2

file1

Apabila diinginkan untuk mengandung option -r dan -l, dapat dilakukan dengan memberi perintah sebagai berikut :

$ls -r -l

Selain menggunakan cara di depan, pilihan -l dan -r dapat digabungkan menjadi sebuah kata. Dengan penulisan :

$ls -lr   , yang hasilnya ekivalen dengan   $ls -l -r     atau

$ls -rl     , yang hasilnya ekivalen dengan   $ls -r -l

Argument

Argument atau yang dikenal juga dengan  parameter adalah bagian dari baris perintah yang digunakan untuk menyebutkan informasi   – data, file dan sebagainya –  yang akan dikenai tindakan oleh perintah. Berbeda dengan pilihan, argumen tidak mempunyai tanda khusus yang digunakan untuk mengawalinya.

Contoh :

$ls -rl   /usr/bin

jenis-jenis UNIX

Tabel berikut menyebutkan beberapa jenis-jenis UNIX.

Nama varian UNIX

Dikembangkan oleh (vendor/organisasi)

A/UX Apple Computer
Domain/X Apple Computer
Darwin Apple Computer (modifikasi yang dilakukan oleh Apple dari kernel BSD dan diaplikasikan pada Mac OS/X).
CTIX Convergent Technology
Distrix Convergent Technology
UniCOS Cray Research (sekarang bagian dari Silicon Graphics Incorporated)
DG/UX Data General Corporation
Digital UNIX Digital Equipment Corporation (DEC) (dibeli oleh Compaq, sekarang bagian dari Hewlett-Packard)
Ultrix Digital Equipment Corporation (DEC) (dibeli oleh Compaq. sekarang bagian dari Hewlett-Packard)
CLIX Fairchild Company
HP/UX Hewlett-Packard
Tru64 Compaq (sekarang bagian dari Hewlett-Packard)
AIX International Business Machine (IBM) Corporation
Coherent Mark William Company
XENIX Microsoft Corporation (lalu dijual ke SCO)
DVIX Northern Telecom
UnixWare Novell Incorporated
SCO UNIX Santa Cruz Operation (SCO) Corporation
SCO XENIX Santa Cruz Operation (SCO) Corporation
SCO OpenServer Santa Cruz Operation (SCO) Corporation
Dynix Sequent
SINIX Siemens Corporation/Nixdorf
IRIX Silicon Graphics Incorporated (SGI)
SunOS Stanford Universities Network (SUN)
Solaris Sun Microsystems Incorporated
OpenSolaris Sun Microsystems Incorporated
Illumos Illumos.org
Eunice The Wollongong Group
Uniplus+ Unisoft Corporation
BSD UNIX Universitas California (University of California) Berkeley, Amerika Serikat
BSD/I BSDI (Berkeley Software Design Incorporated)
OSF/1 Open Software Foundation
GNU/Linux Free Software Foundation
GNU/Hurd Free Software Foundation
FreeBSD
NetBSD
OpenBSD
NextStep
Minix Universitas Terbuka Amsterdam (Vrije Universiteit Amsterdam), Belanda
Mach Universitas Carnegie Mellon (Carnegie Mellon University), Amerika Serikat
UNIX System V Lucent Technologies (Bell Labs)
QNX QNX Software Systems

Sumber :

Wikipedia.com

http://Ldp.linux.or.id/howto

http://www.faq.org

http://linux-howto.com/ldp/howto

 

salam nallar dr mahasiswa sistem komputer Gunadarma University www.gunadarma.ac.id

Pengaruh Akibat Kemajuan Tekhnologi Informasi pada Budaya

P a d a dasarnya manusia dalam hidupnya terus mengalami perubahan. Baik itu faktor lingkungan atau penemuan-penemuan baru yang di dapatkan. Manusia senantiasa mempelajari dan melakukan perubahan-perubahan terhadap kebudayaanya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkunga. Hal ini bisa di bilang wajar, sebab kebudayaan itu di ciptakan dari generasi ke generasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, baik secvara perorangan maupun berkelompok.

Adapun faktor yang menyebabkan perubahan sosialisasi kebudayaan ialah perubahan jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan dan reformasi. Modernisasi bisa berubah dari masa pra modern ke masa modern.

Adanya bahasa Globalisasi merupakan lahir dari suatu terciptanya akibat adanya kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi, sehingga unsur-unsur budaya suatu kelompok masyarakat bisa dikenal dan diterima oleh kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Dengan adanya globalisai ini mengakibatkan dampak – dampak yang besar bagi masyarakat. perubahan yang paling jelas terlihat adalah perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya pesatnya perubahan dalam bidang tekhnologi ini pun banyak membawa perubahan budaya bagi masyarakat, karena dengan menggunakan media ini banyak hal yang dapat kita lakukan dan lebih banyak sumber ilmu pengetahuan yang dapat kita akses. Meskipun tentunya desertai berbagai pengaruh yang negatif pula di dalamnya. Contoh negatifnya adalah kurangnya sosialisasi dengan orang-orang atau masyarakat sekitar secara langsung.

Dengan menggunakan tekhnologi informasi ini jejaring sosial hanya menggunakan alat elektrik yang secara langsung menggunakan perintah ketikan-ketikan yang kita hendaki. Belum lagi budaya dalam bersosialisasi dalam anak-anak yang pra modern bermain adalah hal yang sangat menyenangkan karena dapat berjumpa dengan teman atau rekan-rekan secara langsung untuk bermain sebuah permainan secara tradisional. Namun dengan maju pesatnya tekhnologi halitu sudah hampir punash karen dalam era modern ini permainan – permainan sudah menggunakan alat-alat canggih yang tidak harus keluar rumah. Tentunya hal ini berpengaruh negatif akibat kurangnya bersosialisasi.

Mungkin seharusnya kemajuan tekhnologi inipun harus di iringi dengan sosialisai tidakhanya mengharuskan menggunakan teknologi namun sosialisasi dalam bermasyarakat pun harus di tingkatkan.

 Tulisan Minggu 1..

Pilihan S.K. Saat ini Kujadikan Pondasi Peran Sosial Kehidupan Masa Depan

Pilihan S.K. Saat ini Kujadikan Pondasi
Peran Sosial Kehidupan Masa Depan.

     Setiap pilihan adalah keputusan hasil dari sebuah ukuran pertimbangan yang cukup

matang untuk di jadikan alasan mengapa harus memilih pilihan tersebut. Tentunya resiko

dan manfaat yang akan kita capai telah kita ketahui sebelumnya. Istilahnya pahit manis itu

sudah resiko yang akan kita ambil dalam mengambil keputusan tersebut. Tak dapat di

pungkiri setiap pilihan pastinya kita menginginkan ada sebuah hasil yaitu sebuah

harapkan. Misalkan ketika mendengar sebuah petir tidak sedikit orang-orang

menyimpulkan akan turunnya hujan. Ada sebagian memutuskan untuk berpergian dengan

membawa sebuah payung dan ada pula yang tidak. Tindakan dalam memutuskan

membawa payung tersebut adalah sebuah pilihan, dimana resiko yang akan mereka hadapi

telah di ketahui. Payung tersebut akan bermanfaat bila benar-benar terjadinya hujan.

Maka inilah sebuah pilihan sesuai harapan. Namun bila tidak terjadi hujan maka resiko

adalah pilihan tersebut belum dapat di manfaatkan. Begitupun ketika selepas SMA

pastinya mempunyai  pilihan yang berbeda-beda. Ada yang memilih untuk meneruskan

pendidikan melalui kuliah atau bekerja. Dan di zaman serba canggih saat ini banyak siswa

yang tertarik untuk meneruskan studynya  mengambil jurusan yang menyangkut dengan

era teknologi dewasa ini. Seperti jurusan yang mendukung adalah jurusan yang berbasis

komputer. Alasan ini pula yang mengantarkan jejakku sampai pada jurusan saat ini telah

ku pilih dan jalani.

      Masyarakat umumnya telah menyadari bahkan sudah menggunakan alat-alat canggih

dan modern yang selalu in (berkembang) setiap tahunnya. Pemanfaatan dari mulai

lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, dll. Dengan semakin

banyaknya pengguna yang menggunakan alat teknologi ini, belum tentu semua pengguna

mengetahui pula kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi seperti kerusakan pada

alat teknologi tersebut. Di sinilah kesempatan dan peran untuk mengambil langkah yang

sesungguhnya hendak di capai dalam mengambil jurusan study komputer untuk

disosialisaikan kemampuan yang telah di dapat selama pembelajaran (perkuliahan). Jika

diperluas lagi ada beberapa program yang dapat di berikan untuk mengharuskan

masyarakat  tidak hanya dapat menggunakan dan mengetahui fungsi, akan tetapi dapat

menjaga dan memperbaiki alat teknologi tersebut bila terjadinya kerusakan. Dalam

mensosialisasikannya dapat membentuk sebuah kelompok belajar atau sebuah

perkumpulan yang saling silang menukar ilmu mengajarkan kebutuhan-kebutuhan yang di

perlukan dalam komputer. Bila di jalankan dengan baik pastinya program tersebut sangat

bermanfaat. Mungkin saja dengan adanya perkumpulan-perkumpulan tersebut dapat

membuahkan hasil terciptanya sebuah penambahan fitur teknologi canggih dari rekayasa

kelompok itu sendiri. Keterampilan dan wawasan pun akan bertambah dengan

penambahan pembelajaran saling silang penukaran ide dan gagasan di dalamnya.

Kecanggihan teknologi yang selalu berkembang menyebabkan tidak akan ada habisnya

oleh zaman. Jika berdiam saja tanpa ada tindakan maka kitalah yang akan hancur dan

habis oleh zaman dan tertingggal dari kecanggihan teknologi yang ada. Terus belajar dan

gali ilmu tanpa batas yang wajib dilakukan demi menyeimbangi persaingan antara zaman

modern dan teknologi canggih.

Tugas Tulisan Minggu 2….

W A R G A N E G A R A dan N E G A R A


BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Setiap warganegara atau masyarakat di Indonesia pada umumnya memiliki persamaan hak dan kewajiban bersama. Salah satu yang terpenting adalah hak untuk mendapatkan status kewarganegaraan. Sehingga tidak ada yang tidak memiliki status kewarganegaraan atau bahkan memiliki status dua kewarganegaraan. Oleh karena itu, selain pengaturan tentang kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan melalui proses naturalisasi  tersebut, juga di butuhkan mekanisme lain yang lebih berpengaruh dan efektif yaitu melalui registrasi.

            Dengan adanya peraturan undang-undang dasr yang menjadi kaidah atau peraturan yang mengatur keberadaan warganegara pada negara Indonesia menjadikan keberadaan UUD 1945 menjadi sakral. Dengan begitu warganegara dengan negara menuju apa yang akan dicita-citakan bersama yang dituangkan  dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). Hal ini menjadi suatu keharusan dan begitu sangat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa dalam sebuah negara.

 

Tujuan

Tujuan dalam penulisan ini adalah selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar juga untuk memberikan  penambahan pengetahuan tentang peran warganegara terhadap negara dimana dengan sederhana yang akan di bahas dalam penulisan ini.

 

Study kasus

Menjadi bagian dari negara atau di sebut warganegara sudah sepatutnya mengabdi pada peraturan yang berlaku dalam negara tersebut. Salahsatunya tidak di perbolehkan memiliki dua status. Ada beberapa kasus yang terjadi dalam hal ini. Contohnya adalah seorang warganegara asing yang bertempat tinggal di negara Indonesia dan menetap di Indonesia bahkan telah disahkan menjadi WNI, namun WNA  tersebut belum mencabut atau melepaskan statusnya di negara asalnya. Sehingga Warganegara tersebut memiliki status Bipatride.

BAB II

PEMBAHASAN

 

Warganegara

Warganegara memiliki arti yaitu sebagai bagian dari orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah ini sebelumnya di sebut dengan hamba atau kawula negara. Namun istilah warganegara lah yang lebih merdeka sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka di bandingkan dengan hamba atau kawula negara. Karena warga negara berarti peserta, anggota dari suatu negara atau warga dari suatu negara, yaitu peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama, yang didasri tanggung jawab bersama dan untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki persamaan hak di hadapan hukum. Semua warganegara memilkii kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Dalam UUD 1945 Pasal 26, istilah warga negara dimaksudkan untuk bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara. Bangsa lain yang bertempat tinggal di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai Tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia dapat menjadi warga negara. Sedangkan menurut Koerniatmanto S. warga negara diartikan sebagi anggota negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Warganegara mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya.

A.     Status Kewarganegaraan

Status kewarganegaraan di bagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

1)Apatride yaitu istilah untuk orang-orang yang tidak mempunyai status kewarganegaraan.

2)Bipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki status kewarganegaraan rangkap atau dengan istilah lain dikenal dengan dwi- kewarganegaraan.

3)Multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki status kewarganegaraan dua atau lebih.

B.    Unsur-Unsur yang Menentukan Kewarganegaraan

Berikut adalah beberapa unsur yang dapat menentukan kewarganegaraan yaitu:

1)  Unsur darah keturunan

Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraan seseorang, artinya kalau orang dilahirkan dari orang tua yang berwarganegara Indonesia, ia dengan sendirinya juga menjadi warga negara Indonesia. Prinsip ini sekarang juga berlaku diantaranya di Inggris, Amerika, Perancis dan Jepang.

2)  Unsur daerah tempat kelahiran

Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan misalnya, kalau orang dilahirkan didalam daerah hukum Indonesia, ia dengan sendirinya menjadi warga negara Indonesia. Prinsip ini juga berlaku di Amerika, Inggris dan Perancis. Tetapi di Jepang, prinsip ini tidak berlaku karena seseorang yang tidak dapat membuktikan bahwa orang tuanya berkebangsaan Jepang ia tidak dapat diakui sebagai warga negara Jepang.

3)  Unsur pewarganegaraan (naturalisasi)

Unsur kewarganegaraan dibagi menjadi 2 yaitu aktif dan pasif. Dalam kewarganegaraan aktif, seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak menjadi warga negara dari suatu negara. Sedangkan dalam kewarganegaraan pasif, negara yang menawarkan status warga negara pada seseorang. Orang tersebut dapat menerimanya atau menggunakan hak repudiasi, yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut (Kartasapoerta. 1993: 216-7).

C. Hak dan Kewajiban Warga Negara

Sebagai warganegara dalam suatu negara memilki hak dan kewajiban yang harus di lakukan, begitu pula dengan warganegara Indonesia di mana hak dan kewajibannya tercantum dalam UUD 1945 pasal 27 sampai dengan pasal 29 dan pasal 31 sampai dengan pasal 34. Hak dan warganegara tersebut antara lain:

  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 27 ayat 2 UUD 1945  berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
  2. Hak membela negara. Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 berbunyi: “Setiap warga negaraberhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”
  3. Hak berpendapat. Pasal 28 UUD 1945, berbunyi: “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan piikiran dengan lisan, dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.”
  4. Hak kemerdekaan memeluk agama. Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 berbunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
  5. Hak untuk mendapatkan pengajaran. Pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945.

Ayat 1 berbunyi: “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.”

Ayat 2 berrbunyi: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan UUD 1945.”

  1. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Pasal 32 ayat 1 berbunyi: “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah perdaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”
  2. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Pasal 33 ayat 1,2,3,4 dan 5 UUD 1945 berbunyi:
  1. “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.”
  2.  “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai ooleh negara.”
  3. “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.”
  4. “Perekonomian nasional diselengggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.”
  5.  “Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-   undang.”
  6. Hak mendapatkan jaminan keadilan social. Pasal 34 UUD 1945 berbunyi: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”

D. Kriteria Menjadi Warganegara

Dalam menentukan kriteria menjadai warganegara terdapat beberapa kriteria, yaitu sebagai berikut :

  • kriterium kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut juga Ius Sanguinis. Didalam asas ini seorang memperoleh kewarganegaraann suatu Negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya, dimanapun ia dilahirkan.
  • kriterium kelahiran menurut asas tempat kelahiran atau ius soli. Didalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan Negara tempat dimana dia dilahirkan, meskipun orang tuanya bukan warganegara dari Negara tersebut.
  • naturalisasi atau pewarganegaraan, adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syarat-syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan Negara lain.

Negara

Negara merupakan suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial, maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut serta berdiri secara independent. syarat primer yang dimiliki oleh suatu negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan wajib memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapatkan pengakuan dari negara lain.

Pengertian Negara menurut Prof. Farid S. “Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.” Sedangkan menurut Georg Jellinek “Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.”

 A.  Fungsi-Fungsi Negara

Beberapa fungsi dari negara adalah :

1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat

Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

2. Melaksanakan ketertiban
Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.

3. Pertahanan dan keamanan
Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.

4. Menegakkan keadilan
Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang kehidupan.

B. Perangkat  Pembentuk Negara

1. Masyarakat

Masyarakat merupakan unsur terpenting dalam tatanan suatu negara. Masyarakat atau rakyat merupakan suatu individu yang berkepentingan dalam suksesnya suatu tatanan dalam pemerintahan. Pentingnya unsur rakyat dalam suatu negara tidak hanya diperlukan dalam ilmu kenegaraan (staatsleer) tetapi perlu juga perlu melahirkan apa yang disebut ilmu kemasyarakatan (sosiologi) suatu ilmu pengetahuan baru yang khusus menyelidiki, mempelajari hidup kemasyarakatan.

2. Wilayah (teritorial)

Suatu negara tidak dapat berdiri tanpa adanya suatu wilayah. Disamping pentingnya unsur wilayah dengan batas-batas yang jelas, penting pula keadaan khusus wilayah yang bersangkutan, artinya apakah layak suatu wilayah itu masuk suatu negara tertentu atau sebaliknya dipecah menjadi wilayah berbagai negara. Apabila mengeluarkan peraturan perundang-undangan pada prinsipnya hanya berlaku bagi orang-orang yang berada di wilayahnya sendiri. Paul Renan (Perancis) juga menyatakan bahwa satu-satunya ukuran bagi suatu masyarakat untuk menjadi suatu negara ialah keinginan bersatu (le desir de’etre ansemble). Pada sisi lain Otto Bauer menyatakan, ukuran itu lebih diletakkan pada keadaan khusus dari wilayah suatu negara.

3. Pemerintahan

Ciri khusus dari pemerintahan dalam negara adalah pemerintahan memiliki kekuasaan atas semua anggota masyarakat yang merupakan penduduk suatu negara dan berada dalam wilayah negara.

Ada empat macam teori mengenai suatu kedaulatan, yaitu teori kedaulatan Tuhan, kedaulatan negara, kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat.

  • Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit)

Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit) meyatakan atau menganggap kekuasaan pemerintah suatu negara diberikan oleh Tuhan. Misalnya kerajaan Belanda, Raja atau ratu secara resmi menamakan dirinya Raja atas kehendak Tuhan “bij de Gratie Gods”, atau Ethiopia (Raja Haile Selasi) dinamakan “Singa Penakluk dari suku Yuda yang terpilih Tuhan menjadi Raja di Ethiopia”.

  • Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit)

Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit)menganggap sebagai suatu axioma yang tidak dapat dibantah, artinya dalam suatu wilayah negara, negaralah yang berdaulat. Inilah inti pokok dari semua kekuasaan yang ada dalam wilayah suatu negara.

Otto Mayer (dalam buku Deutsches Verwaltungsrecht) menyatakan “kemauan negara adalah memiliki kekuasaan kekerasan menurut kehendak alam”. Sementara itu Jellinek dalam buku Algemeine Staatslehre menyatakan “kedaulatan negara sebagai pokok pangkal kekuasaan yang tidak diperoleh dari siapapun. Pemerintah adalah “alat negara”.

  • Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit)

Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit) menyatakan semua kekuasaan dalam negara berdasar atas hukum. Pelopor teori ini adalah H. Krabbe dalam buku Die Moderne Staats Idee.

  •  Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit),

Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit), semua kekuasaan dalam suatu negara didasarkan pada kekuasaan rakyat (bersama). J.J. Rousseau (Perancis) menyatakan apa yang dikenal dengan “kontrak sosial”, suatu perjanjian antara seluruh rakyat yang menyetujui Pemerintah mempunyai kekuasaan dalam suatu negara.

Di dalam perkembangan sejarah ketatanegaraan, 3 unsur negara menjadi 4 bahkan 5 yaitu rakyat, wilayah, pemerintahan, UUD (Konstitusi) dan pengakuan Internasional (secara de facto maupun de jure).

BAB III

PENUTUP

  1. A.     Kesimpulan

Setelah meilhat uraian di atas dapat di simpulkan bahwa Indonesia menganut prinsip “ius sanguinis” yaitu didalam asas ini seorang memperoleh kewarganegaraann suatu Negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya, dimanapun ia dilahirkan. Sebagai warganegara dalam suatu negara memilki hak dan kewajiban yang harus di lakukan, begitu pula dengan warganegara Indonesia di mana hak dan kewajibannya tercantum dalam UUD 1945 pasal 27 sampai dengan pasal 29 dan pasal 31 sampai dengan pasal 34.

            Negara merupakan suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial, maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Perangkat suatu negara terbentuk karena adanya Masyarakat, wilayah dan pemerintahan. Fungsi dari suatu negara adalah Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat, Melaksanakan ketertiban, Pertahanan dan keamanan, dan  Menegakkan keadilan.

B. Saran

 

  1. Pemerintah harus terbuka dan membuka ruang kepada masyarakat berperan serta dalam pembangunan nasional tanpa membeda-bedakan sara, gender, budaya.
  2. Hukum dan Peraturan perundang – undangan harus menjamin persamaan hak warga negara.
  3. Warga negara yang harus mampu dan mentati pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara demi mencapai cita-cita dan tujuan bersama.

 Sumber :

“Penduduk, Masyarakat dan Budaya”

KATA PENGANTAR

Puji syukur Saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga  berhasil menyelesaikan Tugas makalah ini yang berjudul “Penduduk, Masyarakat dan Budaya”

Tugas makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Penduduk, Masyarakat dan Budaya. Diharapkan sajian tugas ini dapat memberikan tambahan informasi kepada kita semua tentang Penduduk, Mayarakat, serta Budaya.
Saya menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan tugas makalah ini.

Akhir kata, Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

                                                                                                        Penyusun.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.        Latar Belakang Masalah

Di era dewasa ini kemajuan tekhnologi dan informasi sangat mempengaruhi pada kehidupan sosial Masyarakat. Dampak tersebut mempengaruhi pada hal Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan. Dari waktu kewaktu kurva jumlah pendudukpun semakin tinggi. Sehingga mengakibatkan kepadatan penduduk. Selain itu, akibat dari kecanggihan zaman teknologi saat ini membuat perlahan-lahan budaya tradisional di tinggalkan. Bila tidak di lestarikan, kemungkinan budaya dari nenek moyang pun akan punah dan tidak dapat di wariskan pada generasi-generasi berikutnya.

 1.2.        Maksud dan Tujuan.

Adapun maksud dan tujuan dari Makalah ini adalah selain memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial juga memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru untuk saya khususnya dan para pembaca umumnya.

1.3.        Metodologi Penulisan.

Metodologi penulisan yang digunakan dalam Makalah ini adalah metode Deskriptif.

1.4       Studi Kasus

 Ada beberapa contoh studi kasus yang berhubungan dalam makalah ini yaitu:

Seorang petani mengharapkan menetap di daerah yang subur untuk menjadi pekerjaan dan sebagai mata pencahariannya sehari-hari. Hal ini akan terjadi perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. Jika semua para petani berfikir untuk menetap didaerah subur tersebut maka akan terjadi kepadatan penduduk pada daerah tersebut.

  

BAB II

PEMBAHASAN

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan adalah tiga hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Salah satunya sangat berkaitan dan tidak dapat  dipisahkan satu sama lain karena dapat saling menentukan. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula dan kemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat dari akibat perkumpulan penduduk tersebut. Begitu pula dengan Kebudayaan yang terlahir, tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Menurut Selo Soemarjidan mengatakan bahwa Masyarakat adalah Orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Jadi hubungan antara Penduduk, Masyarakat dan Budaya merupakan hubungan yang saling menentukan.

Dalam Sosiologi penduduk adalah perkumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Penduduk dapat didefinisikan menjadi dua yaitu Orang yang tinggal di daerah tersebut dan Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah  tersebut. Maksudnya dapat di katakan penduduk suatu daerah tersebut bila memiliki surat resmi untuk tinggal di tempat tersebut misalknya memiliki sebuah KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk menjadi Penduduk resmi Negara Indonesia.

            Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Sedangkan Budaya itu sendiri memiliki pengertian yaitu sebagai hal-hal yang berkaitan dengan Budi dan Akal manusia. Di perjelas oleh wikipedia Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan memiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat di perjelas oleh Melville j. Herskovit dan Bronislaw M. Mereka berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

 

Penduduk

 

2.1    Pengertian

Pengertian Penduduk dalam arti sempit adalah sekumpulan manusia yang duduk atau menempati pada wilayah tertentu. Dalam arti luas, Penduduk atau populasi merupakan sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu misalkan Beruang kutub yang hanya terdapat di daerah kutub atau Hutan bakau hanya terdapat di daerah hutan bakau saja. Dalam kaitannya dengan manusia yang mendiami dunia atau bagian-bagiannya (Ruslan H, 1981 : 3).

Sejarah Manusia dalam perkembangannya dan seiring dengan berjalannya waktu, terjadinya perubahan-perubahan sekaligus menjadi ciri khas antara satu masa ke masa berikutnya. Perubahan – perubahan itu terjadi dari desakan dan kebutuhan manusia yang semakin lama semakin bertambah besar.

2.2.  Pertumbuhan Penduduk

          Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

( wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk).

Contoh Realnya pada penduduk Indonesia yang setiap tahun selalu terjadi penambahan jumlah penduduk dengan jumlah yang sangat besar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pertumbuhan penduduk di Indonesia yaitu :

1)     Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia terutama di bidang teknologi baru, pelayanan, pendidikan, komunikasi dan lain-lain.

2)     Dorongan atau hasrat naluri manusia yang selalu memperoleh kondisi yang lebih baik sebelumnya di dalam kehidupannya baik material maupun intelektualnya.

3)     Keterbatasan kemampuan dukungan alam dan sumber alam serta dukungan yang di perlukan lainnya.

4)     Keamanan dan Kestabilan Negara terutama setelah pemerintah Orde Baru dengan titik perhatian utama kepada usaha di bidang pembangunan telah membawa pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Bila di ilustrasikan maka hasilnya adalah seperti gambar 1.1 di bawah ini .

Gambar 1.1 Pertumbuhan Penduduk di negara berkembang (Sumber:wikipedia).

Melihat kondisi tersebut yang semakin lama akan semakin terus bertambah dan  tentu tidak bisa di biarkan karena akan berakibat buruk untuk masa-masa yang akan datang. Ada beberapa negara yang membuat sebuah peraturan-peraturan untuk mengendalikan kondisi tersebut, begitu pula halnya dengan Negara Indonesia yang di kenal dengan program KB (Keluarga Berencana) yang di anjurkan untuk memiliki dua anak saja. Namun program tersebut masih bersifat pasif.  Faktor lain yang dapat membantu dalam penurunan angka jumlah penduduk adalah dengan adanya Emigrasi hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan, juga karena adanya suatu penyakit yang mematikan, kelaparan dan perang.

Masyarakat

 

3.1. Pengertian

Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Menurut Koentjaraningrat masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu,dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.  Dalam arti sempit atau arti kata masyarakat berasal dari kata bahasa Arab “syaraka” berarti ikut serta atau berpartisipasi.

Masyarakat dalam arti lain adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti sekolah, keluarga,perkumpulan dan Negara semua adalah masyarakat. Dalam ilmu sosiologi ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan. Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Sedangkan pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-anggota nya.

Dalam Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan melihat dari cara bermata pencaharian. Para pakar ilmu sosial telah mengidentifikasikan masyarakat menjadi beberapa golongan  yaitu masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Beberapa pakar ilmu sosial juga telah menganggap bahwa masyarakat industri dann pasca-industri sebagai kelompok yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

2.2. Fungsi Masyarakat

Adapun fungsi masyarakat bagi kehidupan manusia menurut Suhadi adalah:

a)       Untuk melindungi anggota masyarakat atau untuk menghindari segala penderitaan, perpecahan, perselisihan dan segala bentuk kejahatan yang timbulkan oleh individu maupun kelompok yang ada dalam masyarakat atau dari luar masyarakat itu sendiri.

b)       Untuk menyususn kelangsungan hidup, manusia menuju tertib dan damai sesuai dengan cita-cita warga masyarakat yang bersangkutan yang mudah bersatu dalam mayarakat. Semakin kuat pertahanannya sehingga segala kepentingan keselamatan serta kebutuhan hidupnya akan lebih terjamin.

c)        Sistem komunikasi akan lebih lancar apabila dibandingkan dalam bentuk individu, karena masyarakat itu dapat berbicara menggunakan bahasa, mengetahui adat istiadat. Stabilitas pribadi akan lebih terarah dalam bentuk positif, sehingga tujuan dari terbentuknya masyarakat itu tercapai.

(Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2205180-macam-macam-masyarakat/#ixzz1YrS10KMR).

3.3. Tantanan Masyarakat

Terbentuknya suatu kelompok dalam masyarakat akan memiliki suatu aturan atau sistem yang mengatur kehidupan kelompok tersebut. Dalam kelompok masyarakat tersebut biasanya memiliki sistem atau aturan yang sengaja di buat untuk mengatur keharmonisan hidup bermasyarakat. Biasanya kondisi tersebut itulah yang di sebut dengan tatanan masyarakat. Peraturan-peraturan yang telah di buat di distribusikan kembnali kepada masyarakat lengkap dengan konsekuensi apabila menaati peraturan dan sanksi apabila melanggar peraturan atas setiap pelanggaran aturan yang telah di buat. Tatanan masyarakat di atur mulai dari struktur terendah hingga pada struktur yang tertinggi. Misalnya di kalangan lapisan masyarakat yang paling rapat hubunganya di bentuklah tatanan masyarakat sebagai suatu kerukunan warga dan kerukunan bertetangga yang lebih di kenal dengan istilah RW dan RT.

 

Budaya

 

4.1. Pengertian

Budaya dalam arti kata diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sedangkan Dalam arti Luas Budaya merupakan warisan yang di wariskan ke generasi-generasi berikutnya berupa cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok. Budaya terbentuk dari beberapa unsur  antara lain sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Menurut beberapa ahli juga mengungkapkan pengertian Kebudaya, seperti menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sedangkan Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

4.2. Unsur-Unsur

Para ahli menungkapakan ada beberapa unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut :

  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuasaan politik.
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:

¾   sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya,

¾   organisasi ekonomi,

¾   alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama),

¾   organisasi kekuatan (politik). (sumber : http://id.wikipedia.org )

Wujud Budaya menurut J.J. Hoeningman di bedakan menjadi tiga yaitu: Gagasan ( Wujud ideal) aktivitas (tindakan) dan artefak  (karya). Sedangkan Komponen Budaya  menurut ahli atropologi Cateora yaitu : Kebudayaan material, Kebudayaan nonmaterial, Lembaga social, Sistem kepercayaan, Estetika, dan Bahasa.

4.3. Keanekaragaman Suku Budaya Indonesia

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan ragam budaya dan alam yang ada. Dengan alasan inilah kita sebagai warga negara patut bersyukur dan bangga akan kekayaan yang di miliki oleh Negara ini yang belum tentu di miliki oleh Negara lain. Wujud syukur yang dapat kita tuangkan adalah dengan menjaga dan melestarikannya agar  tetap terjaga dan dapat di wariskan untuk anak cucu kita kelak nanti. Beberapa suku Budaya yang terdapat di Indonesia antara lain : Batak, Jawa, Sasak, Gorontalo, Asmat, Dayak, dan masih banyak lagi. Pada Suku-suku tersebut terdapat keunikan lainnya di antaranya seperti Rumah Adat, Tarian Daerah, sampai dengan ke tempat Pariwisata. Dengan Budaya yang mempunyai ciri khas serta keunikan masing-masing  itulah yang membuat Indonesia di kenal oleh Negara lain.

Melihat dari keragaman tersebut perlu untuk di lestarikan. Namun tantangan terberat pada zaman dewasa ini adalah era globalisasi ini yang menganggap bahwa budaya tradisional merupakan budaya yang ketinggalan zaman, selain itu tantangan yang datang dari buadya barat pun tak kalah ganasnya. Oleh karena itu sudah saatnya kita sebagai warga negara Indonesia sendirilah yang harus menjaga dan melestarikan keragaman dan kekayaannya.

BAB III

PENUTUP

5.1.  Kesimpulan

          Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan adalah tiga hal aspek kehidupan yang saling berkaitan. Di mana penduduk adalah perkumpulan antar individu-individu yang menempati wilayah tertentu. Dari penduduk tersebut terbentuklan kelompok masyarakat yang mep;unyai tujuan dan aturan yang sama. Begitu pula kebudayaan terlahir dari adanya masyarakat.

          Semakin bertambahnya jumlah penduduk dari waktu-kewaktu berakibat kepadatan penduduk pada suatu daerah. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah telah membuat aturan-aturan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut. Contohnya pada negara Indonesia terbentuklah program KB (keluarga Berencana) di mana warga negara di anjurkan memiliki dua anak saja.

          Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Budaya merupakan warisan yang di wariskan ke generasi-generasi berikutnya berupa cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok.

5.2. Saran

          Adapaun saran-saran yang saya sampaikan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menghindari masalah kepadatan penduduk pemerintah harus lebih disiplin lagi dalam mengkaji peraturan-peraturan yang telah di tetapkan dan sebagai warga negara juga perlu menyadari dan menjalankan akan pentingnya aturan tersebut.
  2. Kebudayaan yang telah diwariskan oleh zaman terdahulu wajib kita jaga dan lestarikan. Selain berfungsi untuk keistimewaan dan keunikan negara juga akan berfungsi untuk generasi-generasi berikutnya seperti anak dan cucu kita nanti.

           

 

 

Pemuda dan Sosialisasi

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.    Latar Belakang

Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai tempat bimbel istilahnya yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya. Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses itu berlangsung secara lambat (evolusi).

Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.

  1. 2.  Tujuan

Tujuan dalam penulisan ini adalah selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar juga untuk memberikan  penambahan pengetahuan tentang pemuda dan sosialisasinya.

  1. 3.  Study kasus

Dalam kasus pemuda dan sosialisasinya pada masyarakat jika diperincikan sangatlah banyak. Salah satu contohnya adalah kasus pada kenakalan remaja. Terjadinya tawuran antar pelajar, serta adanya sifat individualisme. Dalam hal ini pemuda melakukan tersebut dengan rasa kebanggaan tersendiri dengan sadar akan resiko yang akan mereka terima dan dapatkan. Dan berdasarkan tahapan, pemuda ini masih mencari yang namanya jati diri. Jadi semua hal yang mereka lakukan itu adlah semata-mata mencari kepuasan diri dan jati diri mereka.

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pemuda dan Sosialisasi

  1. A.  Pemuda

Pemuda atau generasi muda dalam masyarakat merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya, hal ini karena pemuda merupakan harapan bangsa dimana siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan. Adapun pengertian pemuda dalam Undang-Undang No.40 tahunn 2009 adalah warganegara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun, dan Kepemudaan adalah sebangai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:

1)  Kemurnian idealisme

2)  Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru

3)  Semangat pengabdiannya

4)   Sepontanitas dan dinamikanya

5)   Inovasi dan kreativitasnya

6)   Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru

7)  Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri

8)   Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

Pemuda dan Identitas

umumnya kita semua mengetahui bahwa para pemuda itu identik dengan masalah yang di hadapi, namun masalah tersebut merupakan memang sudah identitas bagi pemuda tersebut. Pesoalan itu seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang dan celah antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi. Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan. Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:

a)    Sosial Psikologi

b)     Sosial Budaya

c)     Sosial Ekonomi

d)    Sosial Politik

B.   Sosialisasi Pemuda

Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.

Proses sosialisasi generasi muda merupakan suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh sebabnya pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses pematangan (pemantapan) dirinya dan beljar pada berbagai media sosialisasi yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat serta tetap memiliki motivasi social yang tinggi. Proses dapat berawal dalam keluarga.

Melalui proses sosialisasi inilah pemuda akan terinspirasi cara berfikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya, bagaimana ia harus bertingkah laku di tengah masyarakat dan lingkungan budayanya sendiri, selain itu proses sosialisasi ini pula yang akan membentuk terciptanya kepribadian dimana kepribadian ini yang merupakan suatu komponen penyebab warna dari wujud tingkah laku social manusia.

 1.     Proses sosialisasi

Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.

2. Media Sosialisasi

• Orang tua dan keluarg

• Sekola

• Masyaraka

• Teman bermain

• Media Massa.

3.  Tujuan Pokok Sosialisasi

a)Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.

b)Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.

c)Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

d)Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

4.  Internalisasi

Internalisai merupakan  proses norma-norma yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.

 5.    Tujuan Pokok Soisolisasi

a)    Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.

b)    Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.

c)    Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

d)    Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya.

 

Peranan sosialisasi mahasiswa hal ini sebagai pemuda  dalam masyarakat

a. Agen of change

b. Agen of development

c. Agen of modernization

BAB III

PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Pemuda atau generasi muda dalam masyarakat merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya, hal ini karena pemuda merupakan harapan bangsa dimana siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan. Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi generasi muda merupakan suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh sebabnya pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses pematangan (pemantapan) dirinya dan beljar pada berbagai media sosialisasi yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat serta tetap memiliki motivasi social yang tinggi

B.   SARAN

Adapun beberapa saran yang akan di ungkapan dalam pembahasan ini, yaitu:

1) Sebagai Pemuda buanglah sifat idealisme dalam pencarian jati diri, karena masih banyak cara lain selain mengidealismekan diri sendiri. Seperti contohnya lebih bersosialisasikan diri terhadap masyarkat.

2) Gunakanlah hak sebagai Pemuda dengan sebaik-baiknya karena itu merupakan modal untuk masa depan, contohnya raihlah pendidikan yang baik selama Pemuda. Jangan sia-siakan waktu muda hanya untuk berhura-hura akan tetapi manfaatkan pula waktu sebaik-baiknya.

REFERENSI